Friday, August 5, 2016

Apa Itu Psikologi Sosial

Pengertian Psikologi Sosial ialah psikologi yg kusus membicarakan tabiat manusia mengenai dgn situasi sosial. Menurut Gerungan, Pengertian Psikologi Sosial ialah ilmu jiwa yg menguraikan & menerangkan gerakan gerakan manusia & khususnya aktivitas yg berhubungan dgn situasi situasi sosial, lokasi terjadinya hubungan sosial, asosiasi ataupun interaksi timbal balik yg berjalan di antara individu di dalam penduduk.

Sosial di dalam bahasa Inggris artinya hidup dgn. Lawannya individual yg artinya hidup sendiri. Oleh sebab itu, psikologi sosial akan diartikan juga sebagai ilmu yg menuntut ilmu manusia yg hidup dgn atau ilmu berkenaan tata trik manusia berinteraksi dgn sesamanya, maka tercipta interaksi timbal balik & pembagian pekerjaan pula fungsinya masing masing. Psikologi sosial ialah ilmu gerakan penduduk dgn segala wujud interelasinya. Individu & penduduk yang merupakan objek psikologi sosial bersifat empiris, realistik & tak bersandar terhadap bukti spekulatif. Tiap-tiap kajian yg diperoleh dalam warga dengan cara observatif bakal membuahkan teori yg bisa dijadikan dalil atau pijakan pendekatan psikologis di dalam beragam penelitian.

Tiap-tiap individu di dalam bermasyarakat senantiasa menghadapi bermacam realitas yg mengenai bersama strata sosial, status sosial, harga diri, kasta kasta & kelas kelas sosial yang lain yg adalah indikator bahwa garis nasib & takdir manusia berbeda-beda. Perbedaan diliat juga sebagai potensi yg mampu membangkitkan semangat membangun mutu hidup juga sebagai pribadi ataupun populasi, walau bakal memancing konflik sosial. Seluruhnya itu ialah kajian psikologi sosial.
Apa Itu Psikologi Sosial

Terhadap dasarnya, manusia mau kehidupannya penuh dgn kedamaian & ketenteraman. Bakal tapi, hukum alam bicara lain. Si tajir & si miskin, petinggi & rakyat, kaum borjuis & proletar yakni dua kutub yg berseberangan. Buat menyatukannya dalam kemitraan & menyadarkan kehidupan sosial yg damai, aman & tenteram dibutuhkan norma sosial yg mengandung nilai baik & jelek berikut sanksi bagi pelanggarannya, maka memudahkan warga tentukan pilihan yg sesuai yg mengambil maslahat bagi umat manusia. Kepentingan terhadap hukum yg tentu ialah buat wujudkan interaksi antara individu di dalam penduduk. Hukum yg lahir dari gejala sosial sanggup dijadikan barometer tegaknya cita cita kehidupan penduduk yg penuh bersama semangat kemitraan.

Pandangan di atas memberikan pemahaman bahwa psikologi sosial berhubungan erat dgn sosiologi, cuma di dalam sosiologi, objek yg dikaji ialah penduduk sbg populasi yg banyaknya tidak sedikit & jalankan hubungan, sedangkan dalam psikologi, manusia condong di lihat sbg manusia individual di dalam kehidupan sosialnya. Misalnya macam mana seseorang pribadi melaksanakan adaptasi dgn lingkungannya yg baru. Bagaimanakah memersepsi kondisi lingkungan keluarga, warga & struktur sosial yang lain utk memperkuat kedudukan & citra kehidupan pribadinya.

Dalam konteks psikologi sosial terdapat lima faktor mendasar yg dikaji, adalah :
1. eksistensi pribadi di tengah tengah kehidupan sosial (hubungan, hidup dgn);
2. beragam gejala sosial & dinamikanya, di dalam kegiatan sosial yg melibatkan pribadi;
3. stratifikasi & kelas kelas sosial yg memperkuat atau melemahkan kedudukannya;
4. demografi & perkembangan warga desa & kota; yg berpengaruh kepada kelanjutan gerakan pribadinya; &
5. norma sosial yg dianut yang merupakan pandangan hidup warga yg memperkuat pribadinya yang merupakan manusia yg pantas dihargai, dihormati, diteladani atau manusia yg menyimpang, dibenci, dikucilkan & dipenjarakan kebebasannya.

Tabiat sosial di dalam kehidupan yakni system yg dirujuk dengan cara segera dari kebiasaan invidual yg berlanjut di dalam lingkungan keluarga & penduduk. Tolok ukur baik & jelek yg berasal dari aliran agama & norma sosial dilokalisasi maka jadi kepribadian individual & kepribadian sosial (personality).

Pengertian Psikologi Perusahaan dan Ruang Lingkupnya

Mungkin beberapa dari kita selama ini mengenal psikologi perusahaan atau Psikologi Industri Organisasi adalah sebuah layanan dan jasa psikotes recruitment biro psikologi di kota kita. Pengertian Psikologi Perusahaan ialah ilmu psikologi yg berhubungan bersama persoalan perusahaan, berkenaan tingkah laku manajemen, jalinan antara karyawan, taktik pemasaran & kinerja perusahaan di lihat di dalam perspektif psikologi. Misalnya : psikologi yg menguraikan kepuasan kerja. Kepuasan kerja menempati peringkat yg tinggi di dalam kehidupan para pekerja. Dikarenakan, dirinya menyangkut bersama maksud manusia utk merealisasikan & mengaktualisasikan potensi beliau dalam tugas.

Kepuasan kerja menyangkut bersama memotivasi kerja yg kadang terbendung oleh beraneka kerutinan, rintangan lingkungan kerja yg kurang seimbang atau dikarenakan situasi & piranti kerja yg dengan cara ergonomis tak mensupport peningkatan produktivitas kerja. Stres yg dialami oleh karyawan & kepuasan kerja yg didambakan seakan-akan ialah dua keadaan yg bukan saja saling tentang, tetapi sekaligus antagonistis. Karyawan & perusahaan yakni dua faktor yg tak akan dipisahkan. Karyawan memegang peran penting di dalam menjalankan roda kehidupan perusahaan. Seandainya karyawan mempunyai produktivitas & memotivasi kerja tinggi, laju roda serta dapat berlangsung kencang, yg hasilnya bakal membuahkan kinerja & pencapaian yg baik buat perusahaan. Tetapi di sudut lain, bagaimanakah mungkin saja roda perusahaan terjadi bersama baik, bila karyawannya bekerja tak produktif, berarti bahwa karyawan itu tak mempunyai semangat kerja yg tinggi, tak ulet di dalam bekerja & mempunyai moral yg rendah.
Pengertian Psikologi Perusahaan

Dgn kondisi itu, dalam psikologi perusahaan dianalisis, misalnya, berkaitan pekerjaan manajemen supaya karyawan mempunyai semangat kerja & moral yg tinggi juga rajin di dalam bekerja, Hal elemen yg mampu memengaruhi suasana kerja bakal ditemukan di dalam type tugas & manajemen perusahaannya lantaran kepuasan kerja karyawan tak utama cuma dipengaruhi oleh upah. Tidak Sedikit elemen yg mampu mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, di antaranya ialah kesesuaian bersama tugas, kebijakan organisasi termasuk juga pula peluang buat berkembang, lingkungan kerja & tabiat dari atasan.

Sebuah perusahaan terdiri atas input, proses & outcomes. Input yaitu komponen komponen yg ada di luar lingkungan organisasi, antara lain sumber daya manusia & peraturan pemerintah. Proses ini meliputi komponen komponen ialah memotivasi, komunikasi, persepsi, kepemimpinan & konflik. Adapun komponen outcomes, antara lain meliputi kinerja individu & group, pun efektivitas dari organisasi.

Buat mendalami lebih dalam berkaitan salah satu komponen dari organisasi ini, kita mesti mendalami bahwa tiap-tiap individu juga sebagai sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan atau organisasi mempunyai nilai nilai kerja (work value), adalah sebuah keyakinan pribadi seseorang pekerja berkaitan hasil apa yg diperkirakan dari pekerjaannya & gimana dirinya semestinya berperilaku dalam bekerja. Ada juga karyawan yang kurang dapat memanfaatkan teknologi dalam pekerjaannya kemudian merasa malas dengan pekerjaannya. Padahal pada era ini pemanfaatan teknologi sudah menjadi hal tak terpisahkan dengan pekerjaan kita seperti para karyawan biro psikologi di Yogyakarta yang memanfaatkan teknologi dalam kegiatannya.

Pandangan tersebut makin mempertegas pentingnya psikologi perusahaan, terutama buat mengetahui keadaan kejiwaan perusahaan dari segi sinergitas perusahaan itu sendiri. Kejiwaan perusahaan ialah persepsi & memotivasi kerja yg ada di dalam suasana para pekerja pun daya tarik perusahaan, yg dengan cara managerial beri dukungan terbentuknya suasana kepuasan kerja. Kita ambil sampel, tak sedikit Petugas pabrik merasa tak puas bersama upah yg diterimanya lebih-lebih dgn krisis global yg menimpa Amerika yg berdampak terhadap keadaan pabrik, maka gajinya bukan dinaikkan, malah diturunkan. Dulu, kenapa para karyawan pabrik pilih diturunkan gajinya daripada dikeluarkan (PHK)? Lantaran, dia sudah merasa puas dgn mendapatkan tugas, sedangkan mencari tugas yg baru bukan elemen yg enteng. Menjadi, meski upah tak memuaskan, mendapati tugas tetap jauh tambah baik daripada jadi pengangguran, & itu telah pass memuaskan.

3 Bagian dalam kajian Psikologi 


  1. Psikologi metafisik, ialah psikologi yg belajar jiwa yang merupakan sesuatu yg tak berwujud layaknya pemahaman menyangkut asal usul jiwa & kapabilitas jiwa dalam menggerakkan raga. 
  2. Psikologi rasionalisme empirik, adalah psikologi sbg ilmu yg dibangun dgn pendekatan ilmiah yg objektif, rasional & empirik. 
  3. Psikologi behaviourisme, yakni mengamati seluruhnya perilaku manusia (termasuk juga binatang), gejala & latar belakang terwujudnya tingkah laku. Tingkah laku individu, grup & jalinan sosial yaitu bidang dari psikologi behaviourisme. 
Dalam psikologi tabiat dicari hakikat dari arti kepribadian, pikiran, perasaan yang merupakan bahan analisis kepada tabiat itu sendiri. Tokoh yg dikenal mengembangkan psikologi tingkah laku merupakan Jhon B. Watson (1878-1958), yg posting buku Psychology as the Behaxiorits View it (1913). Witson bersama cerdas menggabungkan pemikiran menyangkut tingkah laku psikologis antara manusia & binatang. Beliau berpendapat jikalau manusia akan dibentuk & dilatih sedemikian rupa, begitu pula dgn binatang. Oleh oleh sebab itu, manusia & hewan tak senantiasa berada dalam keadaan statis menurut sifat bawaannya. Watson menyampaikan bahwa emosi yaitu rangsangan dari lingkungan & respons di dalam diri yg akan diukur, seperti denyut nadi & wajah yg memerah.

Sekian dari berita ahli tentang pengertian psikologi perusahaan, mudah-mudahan tulisan info ahli tentang pengertian psikologi perusahaan bakal berguna dalam recruitment karyawan dan kesehatan psikologi karyawan perusahaan.

Pengertian dan Ruang Lingkup Ilmu Psikologi

Sesuai dengan etimologis, “Psikologi” yang berasal dari bahasa yunani Psyche yg berarti “jiwa” & Logos yg artinya “Ilmu” atau “Ilmu” wawasan. “Dengan” begitu “psikologi” bakal diartikan juga sebagai ilmu wawasan menyangkut jiwa atau dengan cara singkat sanggup disinonimkan bersama istilah “Ilmu Jiwa”. Cuma saja dalam perkembangannya lebih lanjut psikologi tak menjadikan “jiwa” juga sebagai objek kajian, mungkin saja lebih cocok dikatakan juga sebagai mengkaji gejala-gejala kejiwaan yg muncul dalam tabiat manusia. Sebagai contoh bahkan sebuah keluarga yang mau mempersiapkan kehamilan pun perlu persiapan kehamilan secara psikologi di keluarganya.

Dari spek singkat di atas, kita dapat menarik satu buah pengertian bahwa “psikologi merupakan ilmu wawasan yg menggali ilmu penghayatan & tabiat manusia yg normal, dewasa, & berbudaya”.Menurut Dr. Kartini Kartono dalam bukunya Psikologi umum, psikologi yakni Ilmu
wawasan berkaitan tabiat & kehidupan psikis (Jiwani) manusia.
ruang lingkup ilmu psikologi

Ruangan Lingkup Ilmu Psikologi 

Sbg satu buah patuh aturan ilmu yg menuntut ilmu penghayatan & tingkah laku manusia, lingkup kajian psikologi mempunyai area yg luas mencakup seluruhnya wujud perilaku manusia. Dengan Cara sistematis lingkup kajian psikologi akan diklarifikasikan sbg berikut :

1. Psikologi Umum

Psikologi umum yakni sebuah ilmu yg membawa lingkup kajian terhadap penghayatan & tingkah laku individu dengan cara umum, artinya mencakup seluruh tingkatan umur seluruh type kelamin, grup, suku bangsa, ras, & seluruhnya fase perkembangan psikologis manusia.

2. Psikologi Khusus 

Psikologi kusus yaitu sebuah cabang psikologi yg membawa konsentrasi kajiannya kepada tingkah laku individu dalam satu buah situasi yg husus, baik buat maksud teoristis ataupun praktik. Dirinya bisa dibagi jadi dua bidang, antara lain :
a. Psikologi Teoristis : ialah kajian psikologi yg diarahkan terhadap pengembangan & penemuan teori baru, baik teori yg berhubungan dgn persooalan tingkah laku dengan cara umum, ataupun utk kasus-kasus kusus.
b. Psikologi praktis : cocok dgn namanya kajian psikologi praktis diarahkan utk kepentingan-kepentingan arena lapang dengan cara praktis. Sehingga dari itu psikologi praktis dibagi jadi sekian banyak golongan.

Dengan Cara sistematik yg tergolong psikologi praktis merupakan : 


  1. Psikologi Perkembangan : dgn konsentrasi kepada perilaku individu dalam proses perkembangannya. Dalam elemen ini fase-fase perkembangan individu diperhatikan dengan cara husus & hasilnya menjadiakan psikologi perkembangan mengklasisifikasikan beliau dalam tiga uraian kusus antara lain : psikologi perkembangan anak, psikologi dewasa, & pskologi lanjut. 
  2. Psikologi Pendidikan : dgn konsentrasi terhadap belajar perilaku individu dalam satu buah proses pendidikan. 
  3. Psikologi Kepribadian : bersama konsentrasi terhadap masalah-masalah kepribadian. 
  4. Psikologi kriminal : bersama konsentrasi kepada masalah-masalah yg berhubungan dgn kejahatan-kejahatan. 
  5. Psikologi Industri : dgn konsentrasi belajar perilaku individu bersama situasi arena lapang industri. 
  6. Psikologi Differensial : dgn konsentrasi kepada menggali ilmu perbedaan-perbedaan-perbedaan wujud perilaku dalam beraneka macam perihal. 
  7. Psikologi Komparatif : dgn konsentrasi menggali ilmu perbandingan tingkah laku manusia bersama tingkah laku hewan atau binatang. 
  8. Psikologi Abnormal : dgn konsentrasi menuntut ilmu tabiat seorang yg tergolong terhadap group abnormal. 
  9. Psikologi Sosial : bersama konsentrasi menuntut ilmu kegiatan-kegiatan tingkah laku yg berhubungan bersama situasi-situasi sosial atau pertalian sosial diantara sesama manusia dalam membuahkan kebudayaan. 
  10. Psikologi Pastoral : dgn konsentrasi menggali ilmu cara-cara pengikut sebuah agama pula menyakinkan pengkutnya pada ajaran-ajaran agamanya. Biasanya ilmu ini dipelajari oleh pemimpin-pemimpin agama seperti, para pastor & ulama’. 
  11. Psikologi Klinis (pengobatan) : dgn konsentrasi menuntut ilmu gejala-gejala kejiwaan yg berhubungan dgn penyembuhan penyakit. 
  12. Psikoterapi : bersama konsentrasi menggali ilmu tata trick pengobatan cacat-cacat jiwa bersama bermacam macam metode, contohnya : hypnose, psikoanalisa atau ungkapan-ungkapan jiwa & trik yang lain, termasuk juga dalam psikologi klinis. 
  13. Psikoteknik : dgn konsentrasi menggali ilmu tata kiat menetapkan pribadi seorang (individu) & kecakaannya uantk memegang jabatan tertentu.
Ilmu psikologi begitu komplek karena itu sebaiknya setiap ilmuwan psikologi yang mempersiapkan dalam membuat biro psikologi di kotanya sebaiknya juga bekerjasama dengan beberapa psikolog yang sesuai di bidangnya masing-masing.

Antara Psikologi dan Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan yakni studi yg sistematis kepada proses & faktor-faktor yg berhubungan bersama pendidikan. Sedangkan pendidikan ialah proses pertumbuhan yg berjalan lewat tindakan-tindakan belajar[1]. Dari batasan diatas nampak adanya kaitan yg teramat kuat antara psikologi pendidikan bersama aksi menuntut ilmu. Lantaran itu, tak mengherankan jika sekian banyak ahli psikologi pendidikan di Biro Psikologi Yogyakarta menyebutkan bahwa arena lapang penting studi psikologi pendidikan yaitu soal menuntut ilmu. Dgn kata lain, psikologi pendidikan memusatkan perhatian terhadap persoalan-persoalan yg berkaitan bersama proses & faktor-faktor yg berhubungan dgn perbuatan mencari ilmu.

Lantaran konsentrasinya terhadap persoalan menuntut ilmu, ialah persoalan-persoalan yg selalu melekat kepada subjek didik, sehingga kastemer penting psikologi pendidikan ini kepada kebanyakan merupakan kepada pendidik. Mereka benar-benar dituntut buat menguasai sektor ilmu ini biar mereka, dalam menjalankan fungsinya, bisa membuat kondisi-kondisi yg mempunyai daya dorong yg akbar kepada berlangsungnya tindakan-tindakan menggali ilmu dengan cara efektif.

Pengertian Psikologi & Psikologi Pendidikan 

Psikologi yg dalam istilah lama dinamakan ilmu jiwa itu berasal dari kata bahasa inggris psycology. kata psycology yaitu dua akar kata yg bersumber dari kata greek (yunani), merupakan satu) psyche yg berarti jiwa; dua) logos yg berarti ilmu. menjadi, dengan cara harfiah psikologi memang lah berarti ilmu jiwa.

Psikologi lebih tidak sedikit dikaitkan dgn kehidupan organisme manusia. alam pertalian ini, psikologi didefenisikan yang merupakan ilmu wawasan yg berikhtiar mendalami tingkah laku manusia, argumen & trick mereka melaksanakan sesuatu, & pula mendalami macam mana makhluk tersebut berfikir & berperasaan.

Bruno (1987) membagi pengertian psikologi dalam tiga bidang yg terhadap prinsipnya saling berhubungan. Perdana, psikologi ialah studi (pendidikan) berkaitan “ruh”. Ke-2, psikologi merupakan ilmu wawasan menyangkut “kehidupan mental”. ke3, psikologi merupakan ilmu wawasan berkenaan “tingkah laku” organisme.

Chaplin (1972) dalam dictionary of Psychology mendefinisikan psikologi yang merupakan ilmu wawasan berkaitan tingkah laku manusia & hewan, pula penyelidikan kepada organisme dalam segala ragam & kerumitannya saat mereaksi arus & perubahan dalam kira kira & peristiwa-peristiwa kemasyarakatan yg mengubah lingkungan.

Asal Kata Psikologi

“Psikologi” berasal dari perkataan Yunani “psyche” yg artinya jiwa & “logos” yg artinya ilmu wawasan. Menjadi dengan cara etimologi (menurut arti kata) psikologi artinya ilmu yg menggali ilmu berkaitan jiwa, baik tentang macam-macam gejalanya, prosesnya ataupun latar belakangnya, atau dinamakan bersama ilmu jiwa.

Berkata menyangkut jiwa, apalagi dulu kita mesti bisa membedakan antara nyawa dgn jiwa. Nyawa yakni daya jasmaniah yg adanya tergantung kepada hidup jasmani & memunculkan tindakan badaniah, ialah aksi yg di timbulkan oleh proses mempelajari. misalnya : insting, refleks, nafsu & sebagainya. Jikalau jasmani mati, sehingga mati pulalah nyawanya.

Sedang jiwa yakni daya hidup rohaniah yg bersifat abstrak, yg jadi penggerak & pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi (personal behavior) dari hewan tingkat tinggi & manusia. Perbutan pribadi adalah tindakan juga sebagai hasil proses mempelajari yg di mungkinkan oleh kondisi jasmani, rohaniah, sosial & lingkungan. Proses menggali ilmu adalah proses utk meningkatkan kepribadian (personality ) bersama jalan mengusahakan meraih pengertian baru, nilai-nilai baru, & kecakapan baru, maka dirinya mampu berbuat yg lebih berhasil, dalam menghadapi kontradiksi-kontradiksi dalam hidup. Menjadi jiwa mengandung pengertian-pengertian, nilai-nilai kebudayaan & kecakapan-kecakapan.

Pengertian psikologi di atas menunjukkan beragamnya pernyataan para ahli psikologi. Perbedaan tersebut bermuasal terhadap adanya perbedaan titik pergi para ahli dalam mencari ilmu & membahas kehidupan jiwa yg kompleks ini. & dari pengertian tersebut paling tak akan disimpulkan bahwa psikologi merupakan ilmu wawasan yg menggali ilmu seluruhnya tingkah laku & tindakan individu, di mana individu tersebut tak mampu dilepaskan dari lingkungannya.

Pendidikan dari kata “didik”, dulu kata ini mendapat awalan me maka jadi “mendidik”, artinya memelihara & berikan latihan. Dalam memelihara & berikan akhlak & kecerdasan pikiran. Setelah Itu, “pendidikan” menurut KBBI ialah peroses pengubahan sikap & tata laku sesorang atau group dalam business mendewasakan manusia lewat upaya pengajaran & pelatihan.

Psikologi Pendidikan yakni satu buah patuh aturan psikologi yg menyelidiki masalah psikologis yg berlangsung dalam dunia pendidikan. Sedangkan menurut ensiklopedia amerika, Pengertian psikologi pendidikan ialah ilmu yg lebih berprinsip dalam proses pengajaran yg terlibat bersama penemuan – penemuan & mengaplikasikan prinsip – prinsip & kiat utk meningkatkan keefisien di dalam pendidikan.

Dari uarian diatas, kita bakal mengetahu pengertian dari psikologi & pengertian pendidikan itu sendiri.Sepanjang atau selama kita tetap berpendapat bahwa psikologi yakni sebuah ilmu yg mengupayakan menyelidiki seluruhnya perihal keperibadian basic perilaku manusia, baik yg bersifat jasmaniah ataupun rohaniah, baik dengan cara teoritis ataupun dgn menyaksikan kegunaannya di dalam praktek, baik dengan cara individual ataupun dalam hubungannya bersama manusia lain atau lingkungannya, bisa jadi kita bakal mengemukakan bahwa ‘psikologi pendidikan’ itu sebenarnya telah termasuk juga di dalam psikologi, & tak butuh dipersoalkan atau dipisahkan jadi sesuatu patuh aturan ilmu tersendiri.

Psikologi pendidikan mampu disimpulkan bahwa psikologi pendidikan yakni cabang dari psikologi yg dalam penguraian & penelitiannya lebih menekankan terhadap maslah pertumbuhan & perkembangan anak, baik fisik ataupun mental, yg amat sangat erat hubungannya dalam masalah pendidikan terutama yg mempengaruhi proses & kesuksesan mempelajari. Karena itulah beberapa sekolah di Yogyakarta juga bekerjasama dalam melakukan psikotes kepada para siswa dengan bekerjasama dengan Biro Psikologi di Jogja.